Beranda

1 Komentar

CINTA, APAKAH ITU?

Ketika kita menyepakati bahwa tema tulisan kali ini adalah cinta, maka dibenak saya yang muncul adalah saya harus menulis apa soal cinta. Akhirnya, yang ada malah saya bingung sendiri. Kenapa? Karena sampai saat ini saya belum pernah menemukan definisi yang jelas tentang cinta itu. Bahkan mungkin masih banyak orang yang belum bisa membedakan makna cinta dan kasih sayang, termasuk saya, hehehehehe…
Ketika kita bertanya kepada orang-orang tentang apa siy cinta itu? Jawaban yang paling banyak mucul adalah cinta merupakan ungkapan kasih sayang yang diberikan oleh seorang pria/wanita kepada pasangannya masing-masing. Bentuk kasih sayang yang diberikan itu adalah kasih sayang apa adanya bukan apa adanya. Ada juga yang mengatakan cinta itu adalah ungkapan perasaan seseorang kepada lawan jenisnya yang diwujudkan dalam bentuk kata-kata dan tindakan yang romantis. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu tidak hanya untuk orang yang memadu kasih, tapi cinta juga bisa antara seorang anak dan orangtuanya, manusia dengan bumi ini (cinta kepada lingkungan dan hewan) dan cinta-cinta yang lain.
Nah, sekarang saya akan coba mendeskripsikan cinta yang mungkin hampir sama dengan contoh di atas tapi saya sendiri belum tahu apakah ini benar cinta atau bukan?heheheheh…
Pertanyaan pertama yang mungkin harus dijawab adalah apa siy cinta itu??hmmmm, cinta adalah…… Ok, jujur saya sendiri bingung mengartikan cinta itu. Namun, saya mau coba membuat pengertian sendiri tentang cinta. Menurut saya cinta itu adalah rasa yang terdapat dalam diri manusia yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perilaku dan kata-kata baik itu kepada dirinya sendiri, lawan jenisnya, orangtuanya, lingkungan dan hewan yang bertujuan untuk “menciptakan” kedamaian, kebebasan, kebahagiaan kepada objek yang dicintai.
Nah, selanjutnya apa siy yang dirasakan oleh orang-orang yang merasakan cinta? Apakah perasaannya berbunga-bunga? apakah orang yang lagi dimabuk rela melakukan apa saja demi membahagiakan hal-hal yang dicintai? Apakah pengorbanan itu memang harus dilakukan ketika kita lagi dilanda cinta? Silahkan kalian sendiri yang menjawab pertanyaan di atas sesuai dengan apa yang kalian atau pernah kalian rasakan atau alami. Tapi, upss jangan dijawab di sini. Karena ini bukan lomba atau kuis yang dimana ada pertanyaan kalian kemudian berlomba-lomba ini menjawabnya.hehehehehhe
Kemudian, hmmmmmm, waduh saya tiba-tiba saya bingung harus menulis apalagi. Kalau begitu sudah dulu ya, hehehehe. Maaf ya jika tulisan ini tidak bermutu atau ilmiah. Karena memang saya menulis tidak dalam keadaan yang ingin menulis serius seperti membuat tulisan ilmiah. Apalagi saya hanyalah seorang pemula dalam dunia tulisan.
Ok, sampai jumpa ditulisan berikutnya, ya.

Cinta ini: Seperti itu Adanya

2 Komentar

Aku bukan pujangga cinta, pakar cinta apalagi dewi cinta. Mungkin karena itulah aku selalu gagap untuk membahasakan cinta. Meskipun aku selalu percaya, cinta selalu ada dalam setiap tarikan dan hembusan nafas.luv

Cinta, buatku seperti mantra dewa yang luar biasa, kadang jenaka namun tak jarang perihnya semena-mena. Sebuah tema yang dibahas tak ada habisnya, meski tak pernah ketemu ujungnya. Cinta seperti memiliki dimensi sendiri, objek bernilai relatif yang tidak memiliki kemutlakan, yang terlalu abstrak untuk divolumekan dalam ruang dan waktu.

Cinta juga begitu jenius, mampu menyaru dalam banyak rasa; bosan, jengah, lelah, gundah, gelisah, tawa, tangis, bahagia, kehilangan, kangen semua bisa atas nama cinta.

Cinta seperti peta jejak tak tergambarkan, meski berjalan bersisian. Rasa berlawanan yang kadang datang dalam satu waktu, seperti antara ingin bersentuhan namun memilih meregang jarak. menerobos dalam gelap, meleburkan dengan kelembutan, membekukan dalam panas, melibas waktu tanpa detik.

Namun, buatku, cinta seperti kecupan kecil di ujung kening pada pagi hari, sambil menyematkan sekuntum doa dalam setiap helai perjalanan, menitipkan sekelopak rindu untuk selalu dibawa pulang. Pada rumah yang bukan hanya tempat singgah, tapi juga tempat beradanya jiwa-jiwa serupa kepingan puzzle yang saling menggenapkan.

MERINDU #1

2 Komentar

Malam diriuhkan sang bayu bersama pekat yang takberhenti tebarkan rindu
Ia merayuku
tanpa jeda
Ia mengurungku
tanpa ragu
hingga aku menggigil di depanmu

Lagi

Curhatan LebayKu

1 Komentar

*begini neh PNS curhat…

“Waktu dulu ngeluh ngga ada kerjaan, sekarang juga ngeluh kerjaan ngga selesai-selesai…gimana sih!!!” itu kalimat dari salah seorang temanku, waktu aku curhat tahun 2011 kemarin.
2 tahun yang lalu pertama masuk kerja sebagai cpns memang belum ada pekerjaan yang harus dikerjakan rutin setiap hari, masih bisa jalan jam makan siang sampai ke Tanah Abang, beberapa bulan kemudian baru terasa yang namanya bekerja, apalagi ketika harus menggantikan temanku di meja pengaduan, berhadapan langsung dengan pelapor dari pelapor yang masyarakat biasa, pengacara belum terkenal, pengacara terkenal, pemilik perusahaan, sampai hakim, merasakan pedasnya kata-kata mereka (maklum aku bukan orang hukum, ga punya ilmu rethoric, ga bisa ngeles ;)) bahkan sampai ikut berkaca-kaca ketika ada pelapor yang menangis.
Waktu itu iri melihat teman-teman yang bisa makan siang tepat waktu, bisa makan siang sampai jam 2 siang, sementara di ruang pengaduan masih ada antrian pelapor, akhirnya curhat ke teman-teman terdekat, kalau ke atasan ngga enak takut dibilang kebanyakan mengeluh, curhat ke teman dekat jawabannya ya seperti itu “dulu ngeluh ngga ada kerjaan, sekarang ngeluh ngerasa paling banyak kerjaan” pernyataan yang lucu sekaligus menohok, saat ini aku hanya tersenyum ingat kata-kata temanku itu, dan sampai hari ini aku ngga pernah berani bilang, “kerjaan gue banyak banget, kerjaan gue koq ngga selesai2, koq yang lain sempat yah jalan-jalan, atau koq….yang lainnya” Lagi

Pusaraku di hatimu

2 Komentar

Kalau kata yang kau tunggu, sudah cukup terucap ribuan kali

Kalau sikap yang kau maksud, itu sudah terpenjara maklum

Kalau jujur yang ingin kau dengar itu sudah terangkum dalam mata lelahku

Langkah kakiku tak mungkin lagi menapaki jalan takdirmu

Dua tanganku takkan lagi merengkuh tubuh yang telah terpenjara janji

Tak usah lagi mencari karena lelah yang kan kau dapati

Buatkan saja pusaraku di hati agar dapat kau sirami dan kau bungai sampai nanti

 

N.G

Kesempurnaan Manusia

Tinggalkan komentar

(Sebuah Refleksi)

Oleh:

Jukaider Istunta G.N.

dunia dan semua yang dikandungnya adalah sempurna,
meskipun belum selesai
(Wallace D.Wattles)

Manusia, makhluk yang sempurna karena diciptakan oleh Sang Maha Sempurna. Itulah sebabnya gen sempurna mengalir dalam diri manusia. Manusia yang seharusnya hidup dalam takdir sempurna. Kesempurnaan yang mengalir dari Sang Maha Sempurna

Manusia yang ditakdirkan sempurna ini, menggunakan pikiran sempurnanya untuk melompati takdirnya yang sempurna untuk mencapai kesetaraan dengan Sang Maha sempurna bahkan menjadi Sang Maha Sempurna itu sendiri. Aliran arus kesempurnaan yang tadinya mengalir dari Sang Maha Sempurna dengan sempurna menjadi kacau. Sehingga energi sempurna berbenturan dengan energi Sang Maha Sempurna. Manusia yang sempurna ini tentunya tidak sanggup menerima energi Sang Maha Sempurna karena kapasitasnya yang masih sempurna.
Lagi

Hujan Sepanjang Januari

5 Komentar

“I Miss U..ingin ku tulis kalimat itu di sebongkah batu bata, dan kulemparkan ke dadamu, biar kamu tahu, sakitnya merindu”.
Aku cuma tersenyum membaca salah satu status di situs jejaring sosial itu.
Tapi, mmhh…rasanya benar adanya. Merindu itu sakit. Seperti terhimpit ribuan karung semen yang membuat kita serasa kena asma mendadak.
Sakit. Nyesek.
Harusnya kamu tahu itu. Atau karena tidak kau rasakan hal yang sama, hingga tak bisa kau rasai sakit ini.
Aku kangen kamu, Go.
Kangen dengan kebersamaan kita yang tanpa jeda. Dulu.
Kangen, yang kukira akan getas dimakan waktu. Dan ternyata aku salah. Karena sampai hari ini, aku masih selalu kangen kamu.
=====
Lagi

Older Entries